KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari kembali mencatatkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Kali ini, sebuah tim mahasiswa dari lembaga riset dan pengembangan kampus berhasil meraih posisi juara dalam ajang Kompetisi Inovasi Teknologi Indonesia (KITI) 2026, yang diselenggarakan di Jakarta pada 15-17 April 2026. Pencapaian ini menandai peningkatan signifikan dalam ekosistem inovasi dan penelitian di institusi pendidikan tinggi Sulawesi Tenggara tersebut.
Tim pemenang, yang terdiri dari lima mahasiswa multidisiplin dari berbagai program studi, berhasil mengalahkan 247 tim peserta dari universitas-universitas ternama di seluruh Indonesia. Mereka memenangkan kategori “Inovasi Berkelanjutan untuk Industri Lokal” dengan sebuah prototipe sistem manajemen limbah terpadu berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang khusus untuk mengatasi persoalan pengelolaan sampah di daerah-daerah perkotaan di Indonesia bagian timur.
Pencapaian luar biasa ini mencerminkan komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mendorong mahasiswa untuk berinovasi dan berkontribusi pada pemecahan masalah sosial melalui pendekatan teknologi modern. Sekaligus, prestasi tersebut merupakan hasil kerja keras, dedikasi, dan pembimbingan intensif dari para dosen, serta dukungan penuh dari Lembaga Penelitian dan Pengembangan (LPM) Kendari yang telah memfasilitasi pengembangan ide-ide inovatif mahasiswa sejak tahap konseptualisasi hingga kompetisi nasional.
Latar Belakang dan Perjalanan Tim Menuju Juara
Tim yang memenangkan KITI 2026 ini beranggotakan Rafa Adhitya Pratama (program studi Teknik Informatika), Siti Nurhaliza (Teknik Lingkungan), Muhammad Rizqi Harahap (Manajemen), Fina Septiyani (Teknik Elektro), dan Dian Cahyo Wibowo (Ilmu Komputer). Kelima mahasiswa ini dimulai dari diskusi santai di kantin kampus pada bulan Januari 2026, ketika mereka melihat permasalahan fundamental di Kota Kendari terkait pengelolaan sampah yang belum optimal.
“Kami melihat tumpukan sampah di berbagai sudut kota, dan sistem pemilahan sampah masih dilakukan secara manual dan tidak efisien. Dari situ, kami bertanya-tanya: bagaimana jika teknologi bisa membantu?” ujar Rafa Adhitya Pratama, ketua tim, dalam wawancara dengan media kampus pada Rabu, 17 April 2026, saat tim baru saja kembali dari Jakarta.
Ide awal yang sederhana tersebut kemudian berkembang menjadi konsep yang lebih matang setelah mereka berkonsultasi dengan dosen pembimbing, Dr. Eng. Bambang Sutrisno, M.Tech., dari Departemen Teknik Informatika. Selanjutnya, tim melibatkan Dra. Ekowati, M.Si., dari Departemen Teknik Lingkungan, untuk memberikan perspektif teknis mengenai proses pemilahan dan pengolahan limbah yang ramah lingkungan.
Dengan panduan para pembimbing dan dukungan penuh dari LPM Kendari, tim mulai melakukan riset mendalam tentang sistem manajemen limbah terkini di berbagai kota besar Indonesia. Mereka mengunjungi beberapa tempat pembuangan akhir dan pusat daur ulang sampah untuk memahami tantangan praktis yang dihadapi oleh para pekerja dan pengelola limbah. Riset lapangan ini memberikan insight berharga yang kemudian diterjemahkan ke dalam fitur-fitur spesifik dari sistem yang mereka kembangkan.
Inovasi Teknologi yang Mengubah Paradigma
Prototipe sistem yang mereka ciptakan, yang diberi nama “WasteSmart Integrated System” (WSIS), merupakan solusi komprehensif yang mengintegrasikan sensor IoT, aplikasi mobile, dashboard analitik real-time, dan algoritma machine learning untuk optimasi rute pengumpulan sampah.
Secara teknis, sistem ini bekerja dengan cara menempatkan sensor-sensor pintar di berbagai tempat sampah publik yang tersebar di kota. Sensor-sensor tersebut dapat mendeteksi tingkat kepenuhan sampah, jenis sampah yang dikumpulkan (organik, anorganik, atau berbahaya), dan kondisi kualitas lingkungan sekitarnya seperti suhu dan kelembaban. Data-data ini kemudian dikirimkan secara real-time ke server pusat melalui jaringan 4G/5G.
Di sisi pengguna, aplikasi mobile yang dikembangkan memungkinkan masyarakat umum untuk melaporkan lokasi sampah yang menumpuk atau kondisi tidak higienis di sekitar mereka. Aplikasi ini juga menyediakan fitur edukasi tentang cara memilah sampah dengan benar dan informasi tentang lokasi-lokasi pusat daur ulang terdekat.
Sementara itu, dashboard analitik yang dirancang untuk para pengelola kota dan dinas lingkungan menyajikan data komprehensif tentang pola pengumpulan sampah, efisiensi rute kendaraan pengangkut, dan prediksi volume sampah berdasarkan analisis data historis. Algoritma machine learning yang ditanamkan dalam sistem dapat memprediksi waktu optimal untuk pengumpulan sampah di lokasi-lokasi tertentu, sehingga mengurangi biaya operasional dan emisi karbon dari kendaraan pengangkut sampah.
“Yang membuat sistem kami berbeda adalah integrasi holistic antara teknologi hardware, software, dan human-centered design. Kami tidak hanya membuat teknologi canggih, tetapi juga memastikan bahwa sistem ini mudah digunakan oleh semua kalangan, mulai dari petugas kebersihan hingga pejabat pemerintah,” jelas Fina Septiyani, yang bertanggung jawab atas aspek desain dan user experience sistem.
Pengakuan dan Prestasi di Kompetisi Nasional
Kompetisi Inovasi Teknologi Indonesia (KITI) 2026 merupakan salah satu ajang kompetisi paling bergengsi di bidang teknologi dan inovasi di Indonesia. Acara ini diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bekerja sama dengan berbagai universitas terkemuka dan industri teknologi nasional.
Dalam kompetisi ini, peserta dinilai berdasarkan beberapa kriteria utama: originalitas ide, feasibility teknis, dampak potensial terhadap masyarakat, keberlanjutan bisnis model, dan presentasi pitch yang meyakinkan. Tim dari Universitas Muhammadiyah Kendari berhasil mendapatkan nilai sempurna dalam kategori dampak sosial dan keberlanjutan lingkungan, menjadi salah satu faktor utama yang mengantarkan mereka menjadi juara.
Panel juri yang terdiri dari para ahli dari berbagai bidang memberikan apresiasi tinggi terhadap solusi yang ditawarkan. Salah satu anggota juri, Prof. Dr. Haryo Sutrisno dari Institut Teknologi Bandung, dalam pernyataannya kepada peserta kompetisi menyatakan bahwa sistem yang dikembangkan oleh tim Kendari merupakan “respons nyata terhadap tantangan lingkungan urban di Indonesia, dengan pendekatan yang matang dan implementasi yang realistis.”
Kemenangan ini juga disertai dengan hadiah utama berupa dana pengembangan sebesar 500 juta rupiah, kepastian pendampingan dari Kementerian terkait untuk uji coba pilot project di tiga kota, dan kesempatan untuk mempresentasikan inovasi mereka di berbagai forum internasional.
Dukungan dan Prakarsa LPM Kendari
Keberhasilan tim ini tidak terlepas dari peran strategis Lembaga Penelitian dan Pengembangan (LPM) Kendari, yang telah membangun ekosistem riset dan inovasi yang kondusif di Universitas Muhammadiyah Kendari. LPM Kendari, di bawah kepemimpinan Dr. Ir. Surya Wardana, M.Eng., secara aktif telah merancang program-program untuk mengidentifikasi mahasiswa berbakat, membimbing pengembangan ide-ide inovatif, dan memfasilitasi akses terhadap sumber daya yang diperlukan.
Direktur LPM Kendari, Dr. Ir. Surya Wardana, dalam wawancara khusus dengan redaksi menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian tim mahasiswa ini. “Prestasi ini adalah bukti nyata bahwa mahasiswa kita memiliki potensi yang tidak kalah dengan mahasiswa dari universitas-universitas besar lainnya. Yang membedakan adalah bagaimana kita sebagai institusi memberikan dukungan, membuka peluang, dan menciptakan lingkungan yang mendorong inovasi dan kreativitas,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dr. Surya menjelaskan bahwa LPM Kendari telah mengalokasikan dana khusus untuk program inkubasi inovasi mahasiswa, menyediakan laboratorium dan fasilitas workshop yang dapat diakses oleh mahasiswa secara gratis, dan menyelenggarakan serangkaian workshop dan seminar dengan menghadirkan pembicara dari industri dan akademisi terkemuka. “Tahun ini, kami juga menginisiasi program mentorship di mana mahasiswa dapat bertemu langsung dengan para profesional dan entrepreneur yang telah sukses,” tambahnya.
Rektor Mengapresiasi dan Memberikan Dukungan Berkelanjutan
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Ir. Syaiful Bahri, M.Sc., juga memberikan apresiasi tinggi atas prestasi yang dicapai oleh tim mahasiswa. Dalam pertemuan dengan tim pemenang pada hari kedatangan mereka, Rektor Syaiful menyatakan komitmen universitas untuk terus mendukung pengembangan inovasi dan penelitian di kalangan mahasiswa.
“Pencapaian ini menunjukkan bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kemampuan untuk menerjemahkan gagasan menjadi solusi nyata. Kami akan terus meningkatkan investasi dalam penelitian dan inovasi, serta memastikan bahwa setiap mahasiswa berbakat memiliki akses yang sama untuk mengembangkan potensi mereka,” kata Prof. Syaiful dalam sambutannya.
Rektor juga mengumumkan rencana universitas untuk menginstitusionalisasi skema “Inovasi Mahasiswa Terdepan” di mana mahasiswa yang menghasilkan inovasi dengan potensi komersial akan diberikan dukungan pendanaan tambahan dan mentorship bisnis untuk mengubah inovasi mereka menjadi startup atau produk yang dapat dipasarkan.
Dampak Jangka Panjang dan Visi ke Depan
Kesuksesan tim di KITI 2026 diharapkan akan membuka peluang kolaborasi antara Universitas Muhammadiyah Kendari dengan berbagai instansi pemerintah lokal dan nasional, serta industri teknologi. Dalam rencana jangka pendek, tim berkomitmen untuk melakukan uji coba pilot project sistem WSIS di Kota Kendari dengan dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Kendari dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
“Target kami adalah memiliki setidaknya 500 unit sensor yang tersebar di berbagai lokasi strategis di Kendari dalam enam bulan ke depan. Kemudian, jika hasilnya memuaskan, kami ingin mereplikasi sistem ini ke kota-kota lain di Sulawesi Tenggara dan kawasan timur Indonesia,” ungkap Muhammad Rizqi Harahap, yang menangani aspek implementasi dan kerjasama strategis.
Sementara itu, Siti Nurhaliza menambahkan bahwa tim juga sedang mengembangkan varian sistem untuk diterapkan di sektor industri manufaktur dan pertanian, mengingat permasalahan limbah industri dan pertanian juga merupakan tantangan serius di Indonesia. “Kami percaya bahwa inovasi ini bisa memiliki dampak yang jauh lebih luas daripada yang awalnya kami bayangkan,” katanya dengan antusias.
Pesan untuk Mahasiswa Lain
Kelima anggota tim juga meninggalkan pesan inspiratif bagi mahasiswa-mahasiswa lain di Universitas Muhammadiyah Kendari untuk tidak takut bermimpi besar dan berani mengambil risiko dalam mengejar ide-ide inovatif. Dian Cahyo Wibowo, anggota tim yang menangani algoritma dan data science, menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin ilmu.
“Kami datang dari latar belakang yang berbeda, tetapi justru perbedaan itu yang membuat perspektif kami kaya dan solusi yang kami tawarkan lebih komprehensif. Saya ingin mendorong mahasiswa lain untuk tidak terjebak dalam silo disiplin mereka masing-masing, tetapi berani berkolaborasi dengan teman-teman dari jurusan lain,” paparnya.
Penutup
Pencapaian gemilang tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari dalam Kompetisi Inovasi Teknologi Indonesia 2026 merupakan milestone penting bagi institusi dan sekaligus bukti nyata bahwa inovasi dan ide-ide cemerlang dapat lahir dari mana saja, tidak hanya dari universitas-universitas besar di Jawa. Prestasi ini diharapkan dapat menginspirasi generasi mahasiswa berikutnya untuk terus berinovasi, berkarya, dan berkontribusi pada pembangunan bangsa melalui teknologi dan pemikiran kreatif.
Ke depannya, Universitas Muhammadiyah Kendari telah menetapkan target ambisius untuk meningkatkan jumlah inovasi mahasiswa yang berhasil dilombakan dan diimplementasikan di tingkat nasional maupun internasional. Dengan dukungan penuh dari pimpinan universitas, LPM Kendari, dan komitmen mahasiswa-mahasiswa berbakat, tidak mustahil bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari akan semakin dikenal sebagai pusat inovasi dan penelitian di Sulawesi Tenggara.
—
Artikel ini diterbitkan pada 17 April 2026 oleh Redaksi Media Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari.