KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Kendari, menghadirkan seminar internasional berskala besar pada Senin, 7 April 2026. Acara yang bertajuk “Digital Transformation and Sustainable Entrepreneurship: Building Future Leaders in Southeast Asia” ini menghadirkan pembicara dari berbagai negara untuk membahas isu-isu strategis terkait transformasi digital dan kewirausahaan berkelanjutan di era modern.
Seminar yang berlangsung di Auditorium Utama Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari ini dihadiri oleh lebih dari 800 peserta, terdiri dari mahasiswa, dosen, praktisi industri, serta pengusaha muda dari Sulawesi Tenggara dan sekitarnya. Kehadiran yang luar biasa ini menunjukkan tingginya minat akademisi dan profesional terhadap topik transformasi digital yang menjadi kebutuhan mendesak di era Revolusi Industri 4.0.
Latar Belakang dan Pentingnya Seminar
Transformasi digital bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan fundamental bagi institusi pendidikan dan sektor usaha di Indonesia. Universitas Muhammadiyah Kendari, sebagai lembaga pendidikan terkemuka di Sulawesi Tenggara, merasa perlu memberikan wawasan mendalam kepada civitas akademikanya tentang pentingnya adaptasi terhadap perubahan teknologi dan praktik bisnis berkelanjutan.
“Kami menyadari bahwa mahasiswa kami akan memasuki dunia kerja yang sangat berbeda dengan generasi sebelumnya. Mereka harus dilengkapi dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar global. Oleh karena itu, seminar internasional ini adalah komitmen kami untuk memberikan perspektif terkini kepada generasi muda Kendari,” ujar Prof. Dr. H. Amir Santoso, M.Si., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam sambutan pembukaan acara.
Seminar ini juga merupakan hasil kolaborasi strategis antara LPM Kendari dengan berbagai institusi mitra internasional, termasuk beberapa universitas di Malaysia, Singapura, dan Thailand. Kerja sama ini mencerminkan komitmen universitas untuk meningkatkan standar akademik dan memperluas jaringan pendidikan internasional.
Pembicara Utama dan Materi Seminar
Acara dibuka dengan sambutan dari Rektor yang kemudian dilanjutkan dengan sesi-sesi diskusi interaktif. Pembicara pertama adalah Dr. Somchai Watanabe, seorang expert dalam digital entrepreneurship dari Chulalongkorn University, Bangkok, Thailand. Dr. Watanabe memaparkan bagaimana transformasi digital telah mengubah lanskap bisnis di Asia Tenggara dalam lima tahun terakhir.
“Negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, memiliki potensi luar biasa untuk menjadi pusat inovasi digital global. Namun, hal ini memerlukan kolaborasi antara institusi pendidikan, industri, dan pemerintah. Mahasiswa Anda di sini adalah aset berharga yang harus disiapkan dengan baik,” papar Dr. Watanabe dalam presentasinya yang berlangsung selama 90 menit.
Pembicara kedua adalah Nyonya Nur Azizah Baharuddin, CEO dan Founder PT Solusi Bisnis Digital Indonesia, yang berbagi pengalamannya membangun startup unicorn pertama di Indonesia. Beliau menceritakan perjalanan panjang dalam mengembangkan platform teknologi finansial yang kini melayani jutaan pengguna di seluruh Asia Tenggara.
“Ketika saya memulai, tidak ada yang mempercayai bahwa startup dari Kendari dan Sulawesi bisa berkembang menjadi pemain global. Tetapi dengan determinasi, inovasi, dan dukungan dari berbagai stakeholder, kami membuktikan hal itu mungkin. Saya ingin pesan ini sampai kepada mahasiswa di sini: tidak ada batasan untuk kesuksesan jika Anda memiliki visi yang jelas dan eksekusi yang solid,” tegasnya dengan antusias.
Selain itu, hadir juga Dr. Muhammad Rizki Pratama, Direktur Pusat Riset Keberlanjutan dari Institut Teknologi Bandung, yang membahas aspek sustainability dalam konteks digital entrepreneurship. Dr. Pratama menekankan pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai keberlanjutan dalam setiap aspek bisnis digital, mulai dari penggunaan energi terbarukan hingga tanggung jawab sosial perusahaan.
“Bisnis yang berkelanjutan bukan hanya baik untuk planet kita, tetapi juga lebih menguntungkan secara ekonomi dalam jangka panjang. Konsumen modern, terutama generasi muda, semakin peduli dengan dampak lingkungan dan sosial dari produk yang mereka gunakan. Oleh karena itu, entrepreneur muda Indonesia harus memahami bahwa keberlanjutan adalah bagian integral dari strategi bisnis mereka,” jelas Dr. Pratama.
Penyelenggaraan dan Program Acara
LPM Kendari, sebagai penyelenggara utama, telah melakukan persiapan yang matang selama tiga bulan sebelumnya. “Kami memilih topik ini karena relevansinya dengan kebutuhan akademis dan profesional di era sekarang. Sebagai lembaga pers mahasiswa, tanggung jawab kami bukan hanya melaporkan, tetapi juga mengorganisir acara-acara edukatif yang memberikan nilai tambah kepada komunitas kampus,” ungkap Rina Kusuma, Ketua Umum LPM Kendari.
Program acara dirancang dengan format yang interaktif dan engaging. Selain sesi presentasi dari pembicara utama, seminar juga menampilkan tiga sesi workshop paralel, yaitu “Starting Your Digital Startup,” “Sustainable Business Models,” dan “Digital Marketing for Social Impact.” Workshop ini diselenggarakan di tiga ruang berbeda secara bersamaan, sehingga peserta dapat memilih sesuai dengan minat dan kebutuhan mereka.
Peserta juga berkesempatan untuk melakukan networking session dengan para pembicara dan praktisi industri yang hadir. Sesi ini berlangsung di area outdoor kampus dengan penyediaan refreshment dan snack lokal yang mencerminkan keragaman budaya Sulawesi Tenggara.
Pada sesi sore, acara dilanjutkan dengan panel discussion yang menghadirkan tiga praktisi muda dari Kendari dan sekitarnya yang telah sukses dalam membangun bisnis digital mereka. Mereka adalah Budi Hartanto (CEO StartupKendari.co), Siti Nurhaliza (Founder Fashion Tech Platform), dan Doni Wijaya (Head of Digital Innovation PT Pelabuhan Kendari). Ketiga narasumber ini membagikan lessons learned mereka dalam melayani pasar lokal sambil berpikir global.
Dampak dan Signifikansi bagi Mahasiswa
Feedback dari peserta sangat positif. Majority peserta menyatakan seminar ini memberikan inspirasi dan wawasan baru tentang peluang karir di bidang digital entrepreneurship. Beberapa mahasiswa bahkan langsung merencanakan untuk memulai ide bisnis mereka sendiri setelah menghadiri seminar ini.
Salah seorang peserta, Dinda Pramesti, mahasiswa angkatan keempat dari Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Kendari, berbagi pengalamannya: “Sebelum seminar ini, saya masih bingung dengan arah karir saya setelah lulus. Sekarang saya terinspirasi untuk membangun startup yang fokus pada solusi digital untuk UMKM lokal. Pembicara-pembicara tadi membuktikan bahwa kesuksesan tidak hanya tentang teknologi canggih, tetapi juga tentang bagaimana Anda memahami kebutuhan pasar lokal dan memberikan solusi yang relevan.”
Direktur Akademik Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Hj. Siti Fatimah, M.Pd., juga mengapresiasi inisiatif ini dan berkomitmen untuk mengintegrasikan pembelajaran dari seminar ke dalam kurikulum perkuliahan. “Kami akan membentuk kelompok studi khusus tentang digital entrepreneurship yang dipandu oleh dosen dengan expertise di bidang ini. Selain itu, kami juga akan mengfasilitasi mahasiswa yang ingin mengembangkan ide bisnis mereka melalui inkubator bisnis kampus kami,” ungkap Dr. Siti Fatimah.
Kolaborasi dengan Stakeholder Eksternal
Kesuksesan seminar ini juga tidak terlepas dari dukungan berbagai stakeholder eksternal. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Tenggara, Kadin Sulawesi Tenggara, dan beberapa perusahaan teknologi lokal berperan aktif sebagai sponsor dan mitra acara.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Tenggara, Ir. Bambang Suryanto, M.Sc., dalam sambutannya menekankan bahwa pemerintah daerah sangat mendukung inisiatif untuk mengembangkan ekosistem digital entrepreneurship di Sulawesi Tenggara. “Program seminar seperti ini adalah bagian penting dari strategi kami untuk meningkatkan daya saing ekonomi digital di provinsi ini. Kami berharap universitas-universitas di Sulawesi Tenggara, khususnya Universitas Muhammadiyah Kendari, terus menghasilkan entrepreneur muda yang inovatif dan bertanggung jawab secara sosial,” katanya.
Penutup dan Komitmen ke Depan
Seminar internasional yang berlangsung selama sehari penuh ini ditutup dengan penandatanganan memorandum of understanding antara Universitas Muhammadiyah Kendari dengan tiga universitas di Asia Tenggara untuk memperdalam kolaborasi di bidang pendidikan digital entrepreneurship dan sustainable business. MoU ini mencakup program student exchange, joint research, dan collaborative curriculum development.
LPM Kendari telah menetapkan seminar internasional ini sebagai acara tahunan yang akan dilaksanakan setiap bulan April. Rencana tahun depan, seminar akan diperluas dengan menambah jumlah pembicara internasional dan memperluasnya menjadi dua hari dengan lebih banyak workshop dan session khusus.
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Amir Santoso, menutup acara dengan pernyataan optimis: “Kami percaya bahwa seminar ini adalah awal dari transformasi akademis yang lebih besar di universitas kami. Mahasiswa Anda adalah generasi yang akan membentuk masa depan Sulawesi Tenggara, Indonesia, dan bahkan dunia. Dengan memberikan mereka pengetahuan, keterampilan, dan inspirasi yang tepat, kami yakin mereka akan menjadi pemimpin dan innovator yang membawa dampak positif bagi masyarakat luas.”
Dengan kesuksesan seminar internasional ini, Universitas Muhammadiyah Kendari telah membuktikan komitmennya terhadap excellensi akademik dan relevansi pendidikan dengan kebutuhan zaman. Inisiatif LPM Kendari ini juga menunjukkan bahwa organisasi mahasiswa memiliki peran penting dalam menyelenggarakan kegiatan akademis berkualitas yang memberikan nilai tambah bagi seluruh stakeholder. (*)
—
Penulis adalah jurnalis yang meliput kegiatan akademis dan pengembangan institusi pendidikan di Sulawesi Tenggara.